Tingkatan Perencanaan Pariwisata
Perencanaan pariwisata dilaksanakan dalam berbagai tingkat, dari tingkat makro sampai lokal atau lebih detil. Tiap tingkatan berfokus pada pertimbangan yang kadang berbeda dan khusus. Tingkatan perencanaan pariwisata yang dibedakan secara struktural di dunia saat ini antara lain:
Perencanaan Pariwisata Tingkat International antara lain :
- WTO – World Tourism Organization
- IATA – International Civil Aviation Organization
- WTTC (World Travel &Tourism Council)
- IFTO (International Federation of Tour Operators)
- IH&RA (International Hotel & Restaurant Association
- ICCL (International Council of Cruise Lines)
Perencanaan Pariwisata Tingkat Regional antara lain :
- PATA – Pacific Asia Travel Association
- TCSP – Tourism Council of the South Pacific
- IOTO – Indian Ocean Tourism Organization
Perencanaan Pariwisata Tingkat Nasional :
- kebijakan nasional wisata
- rencana struktural pariwisata
- pencapaian internasional ke dalam negeri
- fasilitas pariwisata di tingkat nasional
- standar pelayanan pariwisata tingkat nasional
- kebijakan penanaman modal di bidang pariwisata dan kebijakan pemasaran pariwisata
Perencanaan Pariwisata Tingkat Provinsi :
- kebijakan wisata di tingkat provinsi
- perencanaan jaringan pencapaian dan kendaraan di bidang pariwisata
- fasilitas dan standar pelayanan pariwisata tingkat provinsi, dll
Perencanaan Pariwisata Tingkat Tapak :
- perencanaan lokasi bangunan dan fasilitas pariwisata
Perencanaan Pariwisata juga dibedakan menjadi tingkat perencanaan spasial / geografis dan tingkat organisasi atau insitusi.
Tingkat perencanaan (spasial geografis) antara lain:
- Tingkat tapak / lahan
- Tingkat kawasan tujuan wisata
- Tingkat regional
Tingkat perencanaan (organisasi/institusi/pranata) :
- Tingkat ‘retail’
- Tingkat perusahaan
- Tingkat jaringan perusahaan regional
- Tingkat jaringan perusahaan internasional
Hambatan Dalam Perencanaan Pariwisata
- Kurangnya kesepakatan tentang prinsip-prinsip perencanaan pariwisata
- Biaya pembuatan rencana pengembangan wisata yang relatif tinggi
- Banyaknya pihak yang terlibat dan kompleksitas jaringannya
- Keragaman bisnis dan produk wisata
- Seasonality yang berbeda di tiap destinasi
- Kepemilikan yang sering berubah pada bisnis pariwisata
Tujuan Perencanaan Pariwisata
- Identifikasi pendekatan alternatif
- Adaptasi dengan hal-hal yang tidak diinginkan
- Mempertahankan keunikan
- Menciptakan hal-hal yang diinginkan
- Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
Stakeholder dalam Perencanaan Pariwisata
Pihak-pihak yang harus terlibat dalam perencanaan pariwisata antara lain :
- Pemerintah (Pusat & Daerah)
- Komunitas lokal
- LSM – lembaga swadaya masyarakat
- Organisasi-organisasi pariwisata
- Operator bisnis pariwisata
- Konsultan pariwisata











